Tata letak gambar di dalam artikel menentukan enak tidaknya sebuah tulisan dibaca. Artikel ini memperlihatkan empat perataan yang didukung editor blok, masing-masing dengan teks yang mengalir di sekitarnya.

Gambar rata kiri cocok untuk foto pendukung yang tidak perlu dilihat besar: potret narasumber, logo lembaga, atau grafik kecil. Teks mengalir di sisi kanannya, dan begitu gambar habis, teks kembali memenuhi lebar kolom. Pada layar ponsel, lebar gambar dibatasi supaya kolom teks di sampingnya tetap nyaman dibaca.
Perhatikan bahwa jarak antara gambar dan teks dijaga tetap, berapa pun ukuran gambarnya. Paragraf ini sengaja dibuat cukup panjang supaya terlihat bagaimana teks melewati batas bawah gambar lalu kembali ke tepi kiri kolom tanpa meninggalkan ruang kosong yang canggung.

Gambar rata kanan berperilaku sama, hanya berpindah sisi. Redaksi biasanya memakainya bergantian dengan rata kiri supaya halaman tidak terasa berat sebelah. Sekali lagi paragraf ini dibuat panjang agar teks sempat mengalir di samping gambar dan kemudian kembali penuh.
Untuk foto yang menjadi inti cerita, pakai rata tengah atau biarkan gambar memenuhi lebar kolom. Keduanya tidak pernah melebar melampaui kolom artikel, berapa pun ukuran asli berkasnya.

Keterangan gambar selalu ditampilkan di bawah gambar dengan huruf lebih kecil dan warna lebih redup, supaya jelas mana teks utama dan mana keterangan.






